Cerbung

“Gimana, Al?” tanya Ori sambil menggandeng tangan Aliyah keluar dari kelas gambar. “Tadi, seru, kan?”

Aliyah Hanya mengangguk. “Iya, Ri. Kalau dari dulu aku tahu serunya seperti itu, pasti aku ngambil kelas gambar,”

“Berarti, sama serunya, dong, dengan kelas tenis..,” celetuk Ori sambil tertawa.

“Hehe, tapi, sebenarnya, aku masih pengin main tenis.. Tapi, aku nya… ,” kata kata Aliyah terpotong oleh Ori karna muka Aliyah yang berubah murung serta perasaan Ori yang tak enak.

“Eh, um? Gimana kalau kita ke kantin aja! Aku udah kelaperan, nih!” Seru Ori mengalihkan topik pembicaraan.

“Hhh, yaudah, Yuk! Aku juga laper, nih! Cacing cacing di perutku lagi nyanyi! Kayak nya, sih, ya, nyanyi lagu ‘COBOY JUNIOR – SATU SENYUMAN’.. Hehehe!” kata Aliyah membuat Ori tertawa terbahak bahak.

“Hahaha! Aduh.. Aduh.. Dasar Aliyah! Kerjaan nya melawak aja.. Wkwkwk :P” seru Ori sambil memegangi perutnya.

“Hehehe.. Peace, ya, Ori..,” kata Aliyah sambil bergaya Peace yang Alay, yang membuat Ori tertawa menjadi jadi.

“Udah, lah, Liya! Jangan tunjukin sikap Alay nya :p lucu brayy!” kata Ori sambil tertawa.

“Hehehe! Iya, deh! PEACE Lagi,” balas Aliyah sambil bergaya Peace yang lebih Alay lagi.

“Huh! Dasar pelawak!” kata Ori dengan muka manyun😛

Mereka berdua pun telah sampai di kantin. Dan mereka berdua pun segera memesan makanan.

“Ori, duduk, yuk!” ajak Aliyah.

“Iya, ayuk!” kata Ori mengangguk.

Tiba tiba saja ada yang sengaja menabrak Aliyah.

“Aduh!” teriak Aliyah kepanasan saat kaki nya terkena kuah Soto Ayam.

“hahaha..!” terdengar suara di dekat Aliyah. Sebenarnya, Aliyah kenal akan suara itu. Tapi, Aliyah sengaja tidak menoleh kebelakang. Dan ia pun lebih mementing kan membersihkan baju dan lantainya.

“Aliyah!” teriak Ori. “Ya, tuhan.. Baju mu kotor! Ayo cepat! Ganti sana!” kata Oring sambil berdecak pinggang.

“Aku mau bersihin ini, dulu, ya, Or!” balas Aliyah yang sibuk memungutin ayam dan mie dari sotonya.

“Udah! Biar aku yang beresin ini! Yang penting ganti bajumu cepat!” bentak Ori.

Aliyah pun berlari ke ruang ganti.

Ori pun membersihkan lantai. Dan tiba tiba saja ada yang mendekati nya.

“Heh, kenapa sih, kamu ngebantuin anak SONGONG kayak Aliyah?” tanya anak itu yang melihat Ori mengepel lantai.

“Heh! Selvi! Jaga mulut mu dikit! Bukanya Aliyah itu sahabat mu?” kata Ori dengan muka yang kesal.

“Gak! Dia bukan sahabatku lagi! Dia selalu ninggalin aku!!” kata Selvi melenggang dengan rasa kebencian.

S K I P | S K I P

“Or, bilangin ke Bu Kyana, ya, kalau besok jantungku harus operasi,” pinta Aliyah saat Aliyah berbaring di UKS.

“Ya,” kata Ori sambil menggangguk.

“Kenapa Ri? Selvi jadi benci sama aku?” tanya Aliyah. “Apa karna penyakit jantungku ku?”

“Gak, Al. Udah, dah!. Kamu gak usah mikir itu!” kata Ori sambil menjulurkan jari kelingking nya.

“. . . . . . .”

BERSAMBUNG

Tetap Tersenyumlah, Aliyah! (PART 1)

Aside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s